LAPORAN LENGKAPPRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM
“KEBAKAAN”
Di
Susun oleh
NAMA
: DIAN PURNAMASARI THALIB
NIM :
(213330005)
KELAS/ KELOMPOK : 1 BIOLOGI/ 3 ( TIGA )
DOSEN : ASRULLAH SYAM, S.Pd, M.Pd
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PAREPARE
2013/2014
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan lengkap praktikum Biologi Umum dengan
judul “Kebakaan”
Nama : DIAN PURNAMASARI
THALIB
NIM : 213 330 005
Kelas : 1 BIOLOGI
Kelompok :
3
Telah diperiksa dan
disetujui oleh Dosen/Asisten yang bersangkutan.
Parepare,
Koordinator
Asisten Asisten
Asrullah
Syam, S.Pd., M.Pd. Asrullah
Syam, S.Pd., M.Pd.
NBM.
1126624 NBM.
1126624
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Fenotipe adalah suatu karakteristik baik struktural, biokimiawi,
fisiologis, dan perilaku yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur
oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya. Pengertian fenotipe
mencakup berbagai tingkat dalam ekspresi gen dari suatu organisme. Pada tingkat
organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat dilihat/diamati/diukur, sesuatu
sifat atau karakter. Dalam tingkatan ini, contoh fenotipe misalnya warna mata,
berat badan, atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu. Pada tingkat
biokimiawi, fenotipe dapat berupa kandungan substansi kimiawi tertentu di dalam
tubuh. Sebagai misal, kadar gula darah atau kandungan protein dalam beras. Pada
taraf molekular, fenotipe dapat berupa jumlah RNA yang diproduksi atau terdeteksinya
pita DNA atau RNA pada elektroforesis.
Fenotipe ditentukan sebagian oleh genotipe individu, sebagian oleh
lingkungan tempat individu itu hidup, waktu, dan, pada sejumlah sifat,
interaksi antara genotipe dan lingkungan. Waktu biasanya digolongkan sebagai
aspek lingkungan (hidup) pula. Ide ini biasa ditulis sebagai P = G + E + GE, dengan P berarti
fenotipe, G berarti genotipe, E berarti lingkungan, dan GE berarti interaksi
antara genotipe dan lingkungan bersama-sama (yang berbeda dari pengaruh G dan E
sendiri-sendiri.
Pengamatan fenotipe dapat sederhana (masalnya warna bunga) atau sangat
rumit hingga memerlukan alat dan metode khusus. Namun demikian, karena ekspresi
genetik suatu genotipe bertahap dari tingkat molekular hingga tingkat individu,
seringkali ditemukan keterkaitan antara sejumlah fenotipe dalam berbagai
tingkatan yang berbeda-beda. Fenotipe, khususnya yang bersifat kuantitatif,
seringkali diatur oleh banyak gen. Cabang genetika yang membahas sifat-sifat
dengan tabiat seperti ini dikenal sebagai genetika kuantitatif.
B.
TUJUAN
PRAKTIKUM
Untuk
membandingkan genotip dan fenotip dari hukum mendel dan dasar genotif beberapa
sifat baka pada manusia.
C. WAKTU PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Hari/
tanggal :Sabtu/ 21 Desember 2013
Waktu
: 13.30 – 16.00 Wita
Tempat :Jl. Muhammadiyah No. 8 Parepare
Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Parepare
BAB 3
MOTOPOLOGI
PRAKTIKUM
A.
ALAT
DAN BAHAN
1. Alat
dan bahan
Daftar fenotip
-
Lesung dagu menrupakan sifat dominan (D)
-
Ujung daun telinga menggantung bebas
merupakan sifat dominan (E)
-
Orang meletakkan ibu jari tangan kiri
diatas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari-jari tangan merupakan
sifat dominan (B)
-
Orang memiliki ruas jari kelingking
paling ujung menyerong ke arah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat
dominan (D)
-
Rambut dahi menjorok merupakan siat
dominan (W)
-
Rambut pada jari, tumbuhnya rambut pada
kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat dominan (M)
-
Lesung pipi merupakan sifat dominan (P)
-
Orang yang dapat menggulung lidahnya
memangjang merupakan sifat dominan (L)
-
Orang yang mempunyai gigi seri atas
bercelah merupakan sifat domain (G)
B. Cara kerja
-
Periksa fenotip dari semua sifat baka
yang ada pada daftar fenotip di atas pada diri anda sendiri
-
Bila anda mempunyai fenotip yang dominan
maka beri tanda (-) untuk gen kedua
-
Catat juga fenotip dan genotip teman
keompokmu, dan ambil pula semua data teman kelas
BAB 4
PEMBAHASAN
A. HASIL PENGAMATAN
Sifat baka manusia.
a)
Data
pribadi
Ciri/ sifat baka (Fenotip)
|
Kemungkinan genotip anda
|
Ada
lesung dagu (D) tidak ada (d)
|
d
|
Anak
daun telinga menggantung (E) menempel (e)
|
E
|
Ibu
jari tangan kiri diatas (F) di bawah (f)
|
f
|
Ruas
jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B) tidak meyerong (b)
|
b
|
Rambut
dahi menjorok (W) tidak menjorok (w)
|
W
|
Rambut
pada jari (M) tidak ada (m)
|
M
|
Lesung
pipi (P) tidak ada (p)
|
P
|
Lidah
dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l)
|
I
|
Gigi
seri atas bercelah (G) gigi seri atas tidak bercelah (g)
|
G
|
b) Data kelompok
No
|
Sifat Baka
|
Data Klp
|
% Data Klp
|
||
D
|
R
|
D
|
R
|
||
1
|
Ada lesung Dagu (D) tak ada (d)
|
D.= 0
|
dd= 7
|
D.= 0%
|
dd= 100%
|
2
|
Anak daun telinga menggantung (E) menempel (e)
|
E.= 3
|
ee= 4
|
E.= 42,85%
|
dd= 57,14%
|
3
|
Ibu Jari tangan kiri diatas ibu jari kanan (F)dibawah
tangan kanan (f)
|
F.= 5
|
ff= 2
|
F.= 71,42%
|
ff= 28,57%
|
4
|
Ruas jari kelingking terujung menyerong kedalam (B) tidak
menyerong (b)
|
B.= 4
|
bb= 3
|
B.= 57,14%
|
bb= 42,85%
|
5
|
Rambut dahi menjorok (W) tidak menjorok (w)
|
W.= 5
|
ww= 2
|
W.= 71,42%
|
ww= 28,57%
|
6
|
Ada rambut jari (M) tidak ada rambut jari (m)
|
M.= 7
|
mm= 0
|
M.= 100%
|
mm= 0%
|
7
|
Lesung pipi (P) tidak ada (p)
|
P.=
|
pp= 7
|
P.= 0
|
pp= 100%
|
8
|
Lidah dapat digulung (L) tidak dapat digulung (l)
|
L.= 1
|
ll= 6
|
L.= 14,28%
|
ll= 85,71%
|
9
|
Gigi seri atas bercelah (G) gigi seri atas tidak bercelah
(g)
|
G.= 1
|
gg= 6
|
G.= 14,28%
|
gg= 85,71%
|
c) Data kelas
No
|
Sifat Baka
|
Data Kelas
|
% Data Kelas
|
||
D
|
R
|
D
|
R
|
||
1
|
Ada lesung Dagu (D) tak ada (d)
|
D.= 5
|
dd= 30
|
D.= 14,28%
|
dd= 85,71%
|
2
|
Anak daun telinga menggantung (E) menempel (e)
|
E.= 16
|
ee= 19
|
E.= 45,71%
|
dd= 54,28%
|
3
|
Ibu Jari tangan kiri diatas ibu jari kanan (F)dibawah
tangan kanan (f)
|
F.= 17
|
ff= 18
|
F.= 48%
|
ff= 52%
|
4
|
Ruas jari kelingking terujung menyerong kedalam (B) tidak
menyerong (b)
|
B.= 22
|
bb= 13
|
B.= 62,85%
|
bb= 37,14%
|
5
|
Rambut dahi menjorok (W) tidak menjorok (w)
|
W.= 19
|
ww= 16
|
W.= 54,28%
|
ww= 45,71%
|
6
|
Ada rambut jari (M) tidak ada rambut jari (m)
|
M.= 33
|
mm= 2
|
M.= 94,28%
|
Mm= 5,71%
|
7
|
Lesung pipi (P) tidak ada (p)
|
P.= 3
|
pp= 32
|
P.= 9%
|
pp= 91%
|
8
|
Lidah dapat digulung (L) tidak dapat digulung (l)
|
L.= 16
|
ll= 19
|
L.= 45,71%
|
ll= 54,28%
|
9
|
Gigi seri atas bercelah (G) gigi seri atas tidak bercelah
(g)
|
G.= 3
|
gg= 32
|
G.= 8,57%
|
gg= 91,42%
|
B.
PEMBAHASAN
a) Analisis data kelompok
1.
Lesung dagu
Dari data individu dapat diketahui bahwa praktikan tidak memiliki lesung dagu
yang berarti bahwa gen yang diturunkan oleh orang tua praktikan bersifat
resesif. Dari data kelompok, ditemukan tidak adanya lesung dagu pada anggota
kelompok dan yang bersifat resesif 7 orang.
2.
Anak daun telinga menggantung
Dari data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan.
Dari data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang
bersifat resesif.
3.
Ibu jari tangan kiri di atas
Dari
data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari
data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat
resesif.
4. Ruas
jari kelingking terujung menyerong
Dari
data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari
data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat
resesif.
5. Rambut
dahi menjorok
Dari
data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat dominan. Dari data
kelompok terdapat 6orang yang bersifat dominan dan 1 orang yang bersifat
resesif.
6.
Rambut pada jari
Dari
data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat dominan. Dari data
kelompok terdapat 7 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang
bersifat resesif tidak ada.
7.
Lesung pipi
Dari
data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari
data kelompok tidak terdapat orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang
yang bersifat resesif berjumlah 7 orang.
8.
Lidah dapat digulung
Dari
data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari
data kelompok terdapat 1 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang
bersifat resesif berjumlah 6 orang.
9.
Gigi seri atas bercelah
Dari
data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari
data kelompok terdapat 1 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang
bersifat resesif berjumlah 6 orang.
b) Data Semua kelompok
Adanya lesung dagu Merupakan sifat dominan (D) dan resesif (d). Data untuk
ini semua sampel bersifat resesi (d) dengan Persentase sebesar 14% dan 85%.
Memiliki telinga ujung bebas Menggantung Merupakan sifat dominan(E) dan resesif
(e). Dominan memiliki sifat untuk Persentase sebesar 45%dan memiliki sifat
resesif Persentase sebesar 54%. Pada ibu jari tangan kiri diatas tangan kanan
ibu jari Merupakan sifatdominan. Untuk sifat
dominan dan resesif pada data ini memiliki hasilyang sama dengan
Persentase sebesar 48% dan 52%. .Pada ruas jari kelingking paling ujung
menyerong kedalam. Untuk data pada
sifat dominan ini memiliki Persentase sebesar 62% dan memilikisifat
resesif sebesar 37%.Ruas untuk rambut yang menjorok Merupakan sifat dominan
(W), sifat resesif (w). Untuk data pada sifat dominan ini memiliki Persentase
sebesar 54% dan memiliki sifat resesif sebesar 45%. Untuk rambut yang tumbuh pada ruas jari Merupakan
sifat dominan(M) dan resesif (m).
Untuk data pada sifat dominan ini memilikiPersentase sebesar 94% dan 6%.
Lesung pipi yang mempunyai sifat Merupakan dominan (P) dan resesif (p).
Untuk data pada sifat dominan ini memiliki Persentase sebesar 9%dan resesif
memiliki Persentase sebesar 91%. Dapat menggulung lidah dan memanjang Merupakan
bersifat dominan(L), resesif (l). Sifat
dominan untuk data pada Persentase sebesar inimemiliki yang sama dengan
sifat resesif sebesar 45% dan 54%. Untuk
gigi seri atas bercelah bersifat dominan (G) dan resesif (g).Untuk data pada
sifat dominan ini memiliki Persentase sebesar 9%dan resesif memiliki
Persentase sebesar 91%.
Terjadinya perbedaan fenoip pada sifat baka manusia di
sebabkan karena ...
Fenotip suatu individu disebabkan sifat yang dibawa
gennya dan dipengaruhi Faktor lingkungan. Faktor lingkungan ini dapat mengubah
suatu fenotip. Perubahan fenotip yang disebabkan oleh lingkungan disebut
modifikasi. Modifikasi tidak bersifat baka. Perubahan dapat pula terjadi karena
adanya perubahan pada susunan molekul gen (ADN) sehingga pekerjaannya dalam
mensintesis protein juga berubah. Peristiwa disebut Mutasi.
PERUBAHAN VEGETATIF adalah mutasi somatis, bila mutasi terjadi pada jaringan vegetatif bukan gamet. Bila perubahan ini terjadi pada sel somatis yang sedang membelah sperti pada embrio, dapat menyebabkan karakter abnormal waktu lahir, tapi tidak diturunkan pada turunannya.
PERUBAHAN GENETATIF (mutasi gamet), akan terjadi generasi baru yang mempunyai karakter baru hasil perubahan genetis. Mutasi gamet bersifat diwariskan dan bersifat baka.
PERUBAHAN VEGETATIF adalah mutasi somatis, bila mutasi terjadi pada jaringan vegetatif bukan gamet. Bila perubahan ini terjadi pada sel somatis yang sedang membelah sperti pada embrio, dapat menyebabkan karakter abnormal waktu lahir, tapi tidak diturunkan pada turunannya.
PERUBAHAN GENETATIF (mutasi gamet), akan terjadi generasi baru yang mempunyai karakter baru hasil perubahan genetis. Mutasi gamet bersifat diwariskan dan bersifat baka.
PERTANYAAN
UNIT
Berapa nilai
frekuensi gen dominan dan resesif di kelompok anda ?
Lesung dagu. Dari data kelompok, ditemukan tidak adanya lesung dagu pada
anggota kelompok dan yang bersifat resesif 7 orang. Anak daun telinga
menggantung. Dari data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4
orang yang bersifat resesif.Ibu jari tangan kiri di atas. Dari data kelompok
terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat resesif.Ruas
jari kelingking terujung menyerong. Dari data kelompok terdapat 3orang
yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat resesif.Rambut
dahi menjorok. Dari data kelompok terdapat 6orang yang bersifat dominan dan 1 orang yang
bersifat resesif.Rambut pada jariDari data
kelompok terdapat 7 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang
bersifat resesif tidak ada.Lesung pipi. Dari data
kelompok tidak terdapat orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang
bersifat resesif berjumlah 7 orang.Lidah dapat digulung. Dari data kelompok
terdapat 1 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat
resesif berjumlah 6 orang.Gigi seri atas bercelah. Dari data kelompok terdapat
1 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat resesif
berjumlah 6 orang.
BAB
5
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah melakukan
sebuah praktikum pengamatan “ KEBAKAAN”
1.
Lesung dagu
Dari
data tersebut dapat kita peroleh perbandingan persentase antara praktikan yang
memiliki sifat dominan dengan sifat resesif yakni (14 : 85) % yang berarti
bahwa sebagian besar praktikan memiliki sifat resesif
2. Anak daun
telinga menggantung
Orang
yang bersifat resesif dari data kelas,
diperoleh 16 orang yang dominan dan 17 orang yang resesif dengan perbandingan
persentase antara sifat dominan dengan sifat resesif yakni (45 : 54) %.
3. Ibu jari
tangan kiri di atas
Yang
bersifat resesif terhadap fentotip tersebut dan kita peroleh perbadingan
persentase pada data kelas, terdapat 17 orang yang bersifat dominan dan 18
orang yang bersifat resesif yakni dengan perbandingan antara sifat dominan
dengan sifat resesif yakni (48 : 51) %.
4. Ruas jari
kelingking terujung menyerong
Yang
besifat resesif dari pengamatan kelas diperoleh data yakni 22 orang bersifat
dominan dan 13 orang bersifat resesif dengan perbandingan yakni (62 : 37) %.
5. Rambut dahi
menjorok
dari
data kelas diperoleh 19 orang yang bersifat dominan dan 16 orang yang bersifat
resesif dengan perbandingan yakni (54 : 45). Berdasarkan perbandingam tesebut,
dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar praktikan memiliki sifat dominan
6. Rambut pada
jari
Pada
data kelas diperoleh 33 orang yang bersifat dominan dan 2 orang yang bersifat resesif
dengan perbandingan (94 : 6) %.
7. Lesung pipi
Pada
pengamatan kelas hanya 3 orang yang bersifat dominan dan 32 orang yang bersifat
resesif, dengan perbandingan (9 : 91) %. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian
besar praktikan memiliki sifat resesif.
8. Lidah dapat
digulung memanjang
Pada
pengamatan kelas terdapat 16 orang yang bersifat dominan dan 19 orang yang
bersifat resesif dengan perbandingan persentase yakni (45 : 54) %.
9. Gigi seri
atas bercelah
Dari
pengamatan pada pengamatan kelas, ditemukan 3 orang yang bersifat dominan dan
32 orang yang bersifat resesif dengan pebandingan persentase (9 : 91) %. Hal
ini menunjukkan sebagian besar orang tua praktikan menurunkan gen resesif gigi
atas bercelah.
Melihat dari hasil pengamatan tersebut ternyata setiap orang memilki sifat yang
dominan dan resesif terhadap beberapa fenotip. Hal itu tergantung dari apa yang
diturunkan dari orang tua masing-masing individu. Sebagaimana pada anonima
mengatakan bahwa Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya
baik secara biologis melalui gen atau secara sosial melalui pewarisan gelar,
atau status sosial. Sudah terlihat jelas oleh manusia-manusia sejak dahulu
bahwa keturunan menyerupai induknya.
B. SARAN
1.
Untuk laboratorium
Sebaiknya di laboratorium, alat-alat dan
bahannya harus lengkap agar praktikum berjalan dengan lancar. Selain itu,
kebersihan laboratorium harus dijaga.
2.
Untuk asisten
Sebaiknya asisten mendampingi kelompok
yang kurang memahami percobaan yang dipraktikumkan.
3.
Untuk praktikum
Pada
praktikum ini, diperlukan ketelitian mata dalam melihat hasil pengamatan dan
kelincahan kita dalam mengoperasikan alat, selain itu perlu adanya perhatian
dalam masalah kebersihan lab maupun sarana dan prasarananya.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell,
N.A., J.B. Reece, & L.G. Mitchell. 2005. Biologi. Edisi ke-5. Terj.dari: Biology.
5th ed. Oleh Manalu, W. Jakarta.
Penerbit Erlangga.
Mader,
S.S. 2004. Biology. Boston.
McGraw-Hill
Purves, W.K., D. Sadava, G.H. Orians, &
H.C. Heller. 2004. Life: The science ofBiology.
7th ed. Sunderland. Sinauer Associates, & W.H. Freeman
Raven, P.H., G.B. Jhonson, J.B Losos, S.R.
Singer. 2005. Biology. 7th ed.
Boston. SMcGraw Hill Companies, Inc.S
BAB
2
TINJAUAN
PUSTAKA
Orang yang pertama kali melakukan percobaan tentang pewarisan sifat adalah
George Mendel. Mendel mengemukakan Hukum I Mendel dan Hukum II Mendel. Hukum I
Mendel menyatakan bahwa ketika berlangsung pada individu heterozigot, terjadi
pemisahan alel secara bebas. Oleh karena itu, setiap gamet mengandung salah
satu alel sel induknya. Peristiwa itu dapat diketahui melalui persilangan
monohibrida. Hukum ini dikenal dengan Hukum Segregasi. Hukum II Mendel
menyatakan bahwa ketika berlangsungnya meiosis terjadi pengelompokan gen secara
bebas. Peristiwa ini dapat diamati pada persilangan dihibrida atau polihibrida.
Hukum ini dikenal dengan Hukum Esosiasi. Pada persilangan yang terjadi hasilnya
seolah-olah menyimpang dari Hukum Mendel. Misalnya epistasis, hipostatis,
kriptomeri, daan polimeri.
Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali
dikemukakan oleh George Mendel (1826-1884) dengan meneliti penurunan
ciri-ciri baka pada Kacang Kapri (Pisum sativum). Dengan mengawinkan
strain galur murni dari suatu fenotif yang berbeda, misalnya kacang kapri yang
bunganya berwarna merah disilangkan dengan yang bunganya berwarna putih. Hasil
persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama (F1) semuanya mempunyai
warna bunga seperti salah satu dari parentalnya (merah atau putih semua).
Kalau generasi F1 tersebut dibiarkan menyerbuk sendiri maka warna bunga dari
generasi F2 akan memisah dengan perbandingan 3 bagian bunganya berwarna seperti
parentalnya (generasi F1) dan 1 bagian seperti warna bunga kakek atau neneknya
yang tidak muncul pada generasi F1. Dengan demikian Mendel menjelaskan bahwa
masing-masing sifat baka diatur oleh sepasang “faktor” yang akan memisah pada
waktu pembentukan gamet, sehingga masing-masing gamet hanya mengandung 1
“faktor” untuk sifat bakaaan tertentu.
Penelitian Mendel selanjutnya dengan mengamati dua sifat baka yang berbeda,
mengungkapkan bahwa pada waktu pembentukan gamet, alel mengalami segregasi
secara bebas, sehingga disebut “Hukum Pemisahan secara Bebas” .
Setiap sifat pada mahluk hidup dikendalikan oleh faktor keturunannya, yang
disebut gen. Gen terdapat dalam lokus tertentu di dalam kromosom, sedangkan
kromosom terdapat di dalam nukleus. Kromosom yang berpasang-pasangan disebut
kromosom homolog sedangkan gen disebut alel (Pratiwi, 1999).
Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial. Sudah terlihat jelas oleh manusia-manusia sejak dahulu bahwa keturunan menyerupai induknya. Seperti contohnya pada buku kejadian 30-46 meceritakan bagaimana Jacob dan Laban membagi domba mereka menjadi domba yan putih dan domba yang berbintik-bintik untuk memastikan tidak ada yang tercuri. Walaupun sudah jelas bagi orang-orang zaman dahulu bahwa dalam hereditas sifat dan watak di wariskan, mekanisme dari hereditas itu sendiri masih belum jelas.
Charles
Darwin mengajukan teori evolusi pada tahun 1859 dan salah satu masalah utamanya
adalah kurangnya mekanisme dasar untuk hereditas. Darwin percaya akan pewarisan
dampiran dan pewarisan sifat dapatan. Pewarisan campuran akan menghasilkan
keseragaman di antara populasi hanya dalam beberapa generasi sehingga akan
menghilangkan variasi dari sebuah populasi yang kepadanya seleksi alam dapat
berlaku. Hal ini membuat Darwin mengadopsi idea Lamarck pada makalahnya yang
setelah The Origin. Pendekatan utama Darwin untuk hereditas adalah untuk
mengaris bawahi bagaimana pewarisan itu dapat bekerja.
Ketidakmampuan untuk memanipulasi pola perkawinan manusia menyebakan ahli
genetika harus menganalisi hasil dari perkawinan yang telah terjadi.sebanyak
mungkin informasi yang dikumpulkan mengnai sejarah suatu keluarga untuk suatu
sifat tertentu, dan informasi ini disusun menjadi sebuah pohon keluarga yang
menggambarkan hubungan timbal balik antara orang tua dan anak dari generasi ke
generasi silsilah dari keluarga tersebut.




0 komentar:
Posting Komentar