Minggu, 26 Oktober 2014

Judulnya Kebakaan,, Laporan biologii keEmpatkuu saat semester 1 hehee


LAPORAN LENGKAPPRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
“KEBAKAAN”









Di Susun oleh
NAMA                                : DIAN PURNAMASARI THALIB
NIM                                     : (213330005)
KELAS/ KELOMPOK       : 1 BIOLOGI/ 3 ( TIGA )
DOSEN                               : ASRULLAH SYAM, S.Pd, M.Pd





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2013/2014
HALAMAN PENGESAHAN
 Laporan lengkap praktikum Biologi Umum dengan judul “Kebakaan”

Nama                           : DIAN PURNAMASARI THALIB
NIM                            : 213 330 005
Kelas                           : 1 BIOLOGI
Kelompok                   : 3

Telah diperiksa dan disetujui oleh Dosen/Asisten yang bersangkutan.

Parepare,
Koordinator Asisten                                                   Asisten           


Asrullah Syam, S.Pd., M.Pd.                                      Asrullah Syam, S.Pd., M.Pd. 
NBM. 1126624                                                           NBM. 1126624












BAB 1
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Fenotipe adalah suatu karakteristik baik struktural, biokimiawi, fisiologis, dan perilaku yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya. Pengertian fenotipe mencakup berbagai tingkat dalam ekspresi gen dari suatu organisme. Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat dilihat/diamati/diukur, sesuatu sifat atau karakter. Dalam tingkatan ini, contoh fenotipe misalnya warna mata, berat badan, atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu. Pada tingkat biokimiawi, fenotipe dapat berupa kandungan substansi kimiawi tertentu di dalam tubuh. Sebagai misal, kadar gula darah atau kandungan protein dalam beras. Pada taraf molekular, fenotipe dapat berupa jumlah RNA yang diproduksi atau terdeteksinya pita DNA atau RNA pada elektroforesis.
Fenotipe ditentukan sebagian oleh genotipe individu, sebagian oleh lingkungan tempat individu itu hidup, waktu, dan, pada sejumlah sifat, interaksi antara genotipe dan lingkungan. Waktu biasanya digolongkan sebagai aspek lingkungan (hidup) pula. Ide ini biasa ditulis sebagai           P = G + E + GE, dengan P berarti fenotipe, G berarti genotipe, E berarti lingkungan, dan GE berarti interaksi antara genotipe dan lingkungan bersama-sama (yang berbeda dari pengaruh G dan E sendiri-sendiri.
Pengamatan fenotipe dapat sederhana (masalnya warna bunga) atau sangat rumit hingga memerlukan alat dan metode khusus. Namun demikian, karena ekspresi genetik suatu genotipe bertahap dari tingkat molekular hingga tingkat individu, seringkali ditemukan keterkaitan antara sejumlah fenotipe dalam berbagai tingkatan yang berbeda-beda. Fenotipe, khususnya yang bersifat kuantitatif, seringkali diatur oleh banyak gen. Cabang genetika yang membahas sifat-sifat dengan tabiat seperti ini dikenal sebagai genetika kuantitatif.
B.     TUJUAN PRAKTIKUM

Untuk membandingkan genotip dan fenotip dari hukum mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia.

C.    WAKTU PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Hari/ tanggal    :Sabtu/ 21 Desember 2013
Waktu              : 13.30 – 16.00 Wita
Tempat            :Jl. Muhammadiyah No. 8 Parepare
                                     Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Parepare















BAB 3
MOTOPOLOGI PRAKTIKUM

A.    ALAT DAN BAHAN

1.    Alat dan bahan
Daftar fenotip
-     Lesung dagu menrupakan sifat dominan (D)
-     Ujung daun telinga menggantung bebas merupakan sifat dominan (E)
-     Orang meletakkan ibu jari tangan kiri diatas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari-jari tangan merupakan sifat dominan (B)
-     Orang memiliki ruas jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (D)
-     Rambut dahi menjorok merupakan siat dominan (W)
-     Rambut pada jari, tumbuhnya rambut pada kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat dominan (M)
-     Lesung pipi merupakan sifat dominan (P)
-     Orang yang dapat menggulung lidahnya memangjang merupakan sifat dominan (L)
-     Orang yang mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat domain (G)

B.     Cara kerja

-     Periksa fenotip dari semua sifat baka yang ada pada daftar fenotip di atas pada diri anda sendiri
-     Bila anda mempunyai fenotip yang dominan maka beri tanda (-) untuk gen kedua
-     Catat juga fenotip dan genotip teman keompokmu, dan ambil pula semua data teman kelas

BAB 4
PEMBAHASAN

A. HASIL PENGAMATAN

Sifat baka manusia.
a)      Data pribadi
Ciri/ sifat baka (Fenotip)
Kemungkinan genotip anda
Ada lesung dagu (D) tidak ada (d)
d
Anak daun telinga menggantung (E) menempel (e)
E
Ibu jari tangan kiri diatas (F) di bawah (f)
f
Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B) tidak meyerong (b)
b
Rambut dahi menjorok (W) tidak menjorok (w)
W
Rambut pada jari (M) tidak ada (m)
M
Lesung pipi (P) tidak ada (p)
P
Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l)
I
Gigi seri atas bercelah (G) gigi seri atas tidak bercelah (g)
G











b)     Data kelompok
No
Sifat Baka
Data Klp
% Data Klp
D
R
D
R
1
Ada lesung Dagu (D) tak ada (d)
D.= 0
dd= 7
D.=   0%
dd= 100%
2
Anak daun telinga menggantung (E) menempel (e)
E.= 3
ee= 4
E.= 42,85%
dd= 57,14%
3
Ibu Jari tangan kiri diatas ibu jari kanan (F)dibawah tangan kanan (f)
F.= 5
ff= 2
F.= 71,42%
ff= 28,57%
4
Ruas jari kelingking terujung menyerong kedalam (B) tidak menyerong (b)
B.= 4
bb= 3
B.= 57,14%
bb= 42,85%
5
Rambut dahi menjorok (W) tidak menjorok (w)
W.= 5
ww= 2
W.= 71,42%
ww= 28,57%
6
Ada rambut jari (M) tidak ada rambut jari (m)
M.= 7
mm= 0
M.= 100%
mm= 0%
7
Lesung pipi (P) tidak ada (p)
P.=
pp= 7
P.= 0
pp= 100%
8
Lidah dapat digulung (L) tidak dapat digulung (l)
L.= 1
ll= 6
L.= 14,28%
 ll= 85,71%
9
Gigi seri atas bercelah (G) gigi seri atas tidak bercelah (g)
G.= 1
gg= 6
G.= 14,28%
gg= 85,71%













c)      Data kelas
No
Sifat Baka
Data Kelas
% Data Kelas
D
R
D
R
1
Ada lesung Dagu (D) tak ada (d)
D.= 5
dd= 30
D.=   14,28%
dd= 85,71%
2
Anak daun telinga menggantung (E) menempel (e)
E.= 16
ee= 19
E.= 45,71%
dd= 54,28%
3
Ibu Jari tangan kiri diatas ibu jari kanan (F)dibawah tangan kanan (f)
F.= 17
ff= 18
F.= 48%
ff= 52%
4
Ruas jari kelingking terujung menyerong kedalam (B) tidak menyerong (b)
B.= 22
bb= 13
B.= 62,85%
bb= 37,14%
5
Rambut dahi menjorok (W) tidak menjorok (w)
W.= 19
ww= 16
W.= 54,28%
ww= 45,71%
6
Ada rambut jari (M) tidak ada rambut jari (m)
M.= 33
mm= 2
M.= 94,28%
Mm= 5,71%
7
Lesung pipi (P) tidak ada (p)
P.= 3
pp= 32
P.= 9%
pp= 91%
8
Lidah dapat digulung (L) tidak dapat digulung (l)
L.= 16
ll= 19
L.= 45,71%
      ll=    54,28%
9
Gigi seri atas bercelah (G) gigi seri atas tidak bercelah (g)
G.= 3
gg= 32
G.= 8,57%
gg= 91,42%





B.     PEMBAHASAN

a)      Analisis data kelompok
1.    Lesung dagu
            Dari data individu dapat diketahui bahwa praktikan tidak memiliki lesung dagu yang berarti bahwa gen yang diturunkan oleh orang tua praktikan bersifat resesif. Dari data kelompok, ditemukan tidak adanya lesung dagu pada anggota kelompok dan yang bersifat resesif 7 orang.
2.    Anak daun telinga menggantung
            Dari data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat resesif.
3.    Ibu jari tangan kiri di atas
               Dari data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat resesif.
4.    Ruas jari kelingking terujung menyerong
                   Dari data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat resesif.
5.    Rambut dahi menjorok
                   Dari data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat dominan. Dari data kelompok terdapat 6orang yang bersifat dominan dan 1 orang yang bersifat resesif.
6.    Rambut pada jari
                   Dari data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat dominan. Dari data kelompok terdapat 7 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat resesif tidak ada.



7.    Lesung pipi
                   Dari data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari data kelompok tidak terdapat orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat resesif berjumlah 7 orang.
8.    Lidah dapat digulung
                   Dari data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari data kelompok terdapat 1 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat resesif berjumlah 6 orang.
9.    Gigi seri atas bercelah
                   Dari data individu diperoleh bahwa fenotip tersebut bersifat tidak dominan. Dari data kelompok terdapat 1 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat resesif berjumlah 6 orang.

b)     Data Semua kelompok
Adanya lesung dagu Merupakan sifat dominan (D) dan resesif (d). Data untuk ini semua sampel bersifat resesi (d) dengan Persentase sebesar 14% dan 85%. Memiliki telinga ujung bebas Menggantung Merupakan sifat dominan(E) dan resesif (e). Dominan memiliki sifat untuk Persentase sebesar 45%dan memiliki sifat resesif Persentase sebesar 54%. Pada ibu jari tangan kiri diatas tangan kanan ibu jari Merupakan sifatdominan. Untuk sifat dominan dan resesif pada data ini memiliki hasilyang sama dengan Persentase sebesar 48% dan 52%. .Pada ruas jari kelingking paling ujung menyerong kedalam. Untuk data pada sifat dominan ini memiliki Persentase sebesar 62% dan memilikisifat resesif sebesar 37%.Ruas untuk rambut yang menjorok Merupakan sifat dominan (W), sifat resesif (w). Untuk data pada sifat dominan ini memiliki Persentase sebesar 54% dan memiliki sifat resesif sebesar 45%. Untuk rambut yang tumbuh pada ruas jari Merupakan sifat dominan(M) dan resesif (m). Untuk data pada sifat dominan ini memilikiPersentase sebesar 94% dan 6%. Lesung pipi yang mempunyai sifat Merupakan dominan (P) dan resesif (p). Untuk data pada sifat dominan ini memiliki Persentase sebesar 9%dan resesif memiliki Persentase sebesar 91%. Dapat menggulung lidah dan memanjang Merupakan bersifat dominan(L), resesif (l). Sifat dominan untuk data pada Persentase sebesar inimemiliki yang sama dengan sifat resesif sebesar 45% dan 54%. Untuk gigi seri atas bercelah bersifat dominan (G) dan resesif (g).Untuk data pada sifat dominan ini memiliki Persentase sebesar 9%dan resesif memiliki Persentase sebesar 91%.

Terjadinya perbedaan fenoip pada sifat baka manusia di sebabkan karena ...
Fenotip suatu individu disebabkan sifat yang dibawa gennya dan dipengaruhi Faktor lingkungan. Faktor lingkungan ini dapat mengubah suatu fenotip. Perubahan fenotip yang disebabkan oleh lingkungan disebut modifikasi. Modifikasi tidak bersifat baka. Perubahan dapat pula terjadi karena adanya perubahan pada susunan molekul gen (ADN) sehingga pekerjaannya dalam mensintesis protein juga berubah. Peristiwa disebut Mutasi.
PERUBAHAN VEGETATIF adalah mutasi somatis, bila mutasi terjadi pada jaringan vegetatif bukan gamet. Bila perubahan ini terjadi pada sel somatis yang sedang membelah sperti pada embrio, dapat menyebabkan karakter abnormal waktu lahir, tapi tidak diturunkan pada turunannya.
PERUBAHAN GENETATIF (mutasi gamet), akan terjadi generasi baru yang mempunyai karakter baru hasil perubahan genetis. Mutasi gamet bersifat diwariskan dan bersifat baka.







PERTANYAAN UNIT

Berapa nilai frekuensi gen dominan dan resesif di kelompok anda ?
Lesung dagu. Dari data kelompok, ditemukan tidak adanya lesung dagu pada anggota kelompok dan yang bersifat resesif 7 orang. Anak daun telinga menggantung. Dari data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat resesif.Ibu jari tangan kiri di atas. Dari data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat resesif.Ruas jari kelingking terujung menyerong. Dari data kelompok terdapat 3orang yang bersifat dominan dan 4 orang yang bersifat resesif.Rambut dahi menjorok. Dari data kelompok terdapat 6orang yang bersifat dominan dan 1 orang yang bersifat resesif.Rambut pada jariDari data kelompok terdapat 7 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat resesif tidak ada.Lesung pipi. Dari data kelompok tidak terdapat orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat resesif berjumlah 7 orang.Lidah dapat digulung. Dari data kelompok terdapat 1 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat resesif berjumlah 6 orang.Gigi seri atas bercelah. Dari data kelompok terdapat 1 orang yang bersifat dominan sedangkan pada orang yang bersifat resesif berjumlah 6 orang.











BAB 5
PENUTUP

A.  KESIMPULAN

Setelah melakukan sebuah praktikum pengamatan “ KEBAKAAN”

1.    Lesung dagu
           Dari data tersebut dapat kita peroleh perbandingan persentase antara praktikan yang memiliki sifat dominan dengan sifat resesif yakni (14 : 85) % yang berarti bahwa sebagian besar praktikan memiliki sifat resesif

2.    Anak daun telinga menggantung
           Orang  yang bersifat resesif dari data kelas, diperoleh 16 orang yang dominan dan 17 orang yang resesif dengan perbandingan persentase antara sifat dominan dengan sifat resesif yakni (45 : 54) %.

3.    Ibu jari tangan kiri di atas
            Yang bersifat resesif terhadap fentotip tersebut dan kita peroleh perbadingan persentase pada data kelas, terdapat 17 orang yang bersifat dominan dan 18 orang yang bersifat resesif yakni dengan perbandingan antara sifat dominan dengan sifat resesif yakni (48 : 51) %.

4.    Ruas jari kelingking terujung menyerong
           Yang besifat resesif dari pengamatan kelas diperoleh data yakni 22 orang bersifat dominan dan 13 orang bersifat resesif dengan perbandingan yakni (62 : 37) %.

5.    Rambut dahi menjorok
               dari data kelas diperoleh 19 orang yang bersifat dominan dan 16 orang yang bersifat resesif dengan perbandingan yakni (54 : 45). Berdasarkan perbandingam tesebut, dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar praktikan memiliki sifat dominan

6.    Rambut pada jari
           Pada data kelas diperoleh 33 orang yang bersifat dominan dan 2 orang yang bersifat resesif dengan perbandingan (94 : 6) %.

7.    Lesung pipi
           Pada pengamatan kelas hanya 3 orang yang bersifat dominan dan 32 orang yang bersifat resesif, dengan perbandingan (9 : 91) %. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar praktikan memiliki sifat resesif.

8.    Lidah dapat digulung memanjang
           Pada pengamatan kelas terdapat 16 orang yang bersifat dominan dan 19 orang yang bersifat resesif dengan perbandingan persentase yakni (45 : 54) %.

9.    Gigi seri atas bercelah
             Dari pengamatan pada pengamatan kelas, ditemukan 3 orang yang bersifat dominan dan 32 orang yang bersifat resesif dengan pebandingan persentase (9 : 91) %. Hal ini menunjukkan sebagian besar orang tua praktikan menurunkan gen resesif gigi atas bercelah.
            Melihat dari hasil pengamatan tersebut ternyata setiap orang memilki sifat yang dominan dan resesif terhadap beberapa fenotip. Hal itu tergantung dari apa yang diturunkan dari orang tua masing-masing individu. Sebagaimana pada anonima mengatakan bahwa Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial. Sudah terlihat jelas oleh manusia-manusia sejak dahulu bahwa keturunan menyerupai induknya.

B.  SARAN

1.      Untuk laboratorium
       Sebaiknya di laboratorium, alat-alat dan bahannya harus lengkap agar praktikum berjalan dengan lancar. Selain itu, kebersihan laboratorium harus dijaga.
2.      Untuk asisten
       Sebaiknya asisten mendampingi kelompok yang kurang memahami percobaan yang dipraktikumkan.
3.      Untuk praktikum
       Pada praktikum ini, diperlukan ketelitian mata dalam melihat hasil pengamatan dan kelincahan kita dalam mengoperasikan alat, selain itu perlu adanya perhatian dalam masalah kebersihan lab maupun sarana dan prasarananya.

















DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N.A., J.B. Reece, & L.G. Mitchell. 2005. Biologi. Edisi ke-5. Terj.dari: Biology. 5th ed. Oleh Manalu, W. Jakarta. Penerbit Erlangga.
Mader, S.S. 2004. Biology. Boston. McGraw-Hill
Purves, W.K., D. Sadava, G.H. Orians, & H.C. Heller. 2004. Life: The science ofBiology. 7th ed. Sunderland. Sinauer Associates, & W.H. Freeman
Raven, P.H., G.B. Jhonson, J.B Losos, S.R. Singer. 2005. Biology. 7th ed. Boston. SMcGraw Hill Companies, Inc.S

















BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

              Orang yang pertama kali melakukan percobaan tentang pewarisan sifat adalah George Mendel. Mendel mengemukakan Hukum I Mendel dan Hukum II Mendel. Hukum I Mendel menyatakan bahwa ketika berlangsung pada individu heterozigot, terjadi pemisahan alel secara bebas. Oleh karena itu, setiap gamet mengandung salah satu alel sel induknya. Peristiwa itu dapat diketahui melalui persilangan monohibrida. Hukum ini dikenal dengan Hukum Segregasi. Hukum II Mendel menyatakan bahwa ketika berlangsungnya meiosis terjadi pengelompokan gen secara bebas. Peristiwa ini dapat diamati pada persilangan dihibrida atau polihibrida. Hukum ini dikenal dengan Hukum Esosiasi. Pada persilangan yang terjadi hasilnya seolah-olah menyimpang dari Hukum Mendel. Misalnya epistasis, hipostatis, kriptomeri, daan polimeri.
            Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali dikemukakan oleh George Mendel (1826-1884) dengan meneliti penurunan ciri-ciri baka pada Kacang Kapri (Pisum sativum). Dengan mengawinkan strain galur murni dari suatu fenotif yang berbeda, misalnya kacang kapri yang bunganya berwarna merah disilangkan dengan yang bunganya berwarna putih. Hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama (F1) semuanya mempunyai warna bunga seperti salah satu dari parentalnya (merah atau putih semua).
            Kalau generasi F1 tersebut dibiarkan menyerbuk sendiri maka warna bunga dari generasi F2 akan memisah dengan perbandingan 3 bagian bunganya berwarna seperti parentalnya (generasi F1) dan 1 bagian seperti warna bunga kakek atau neneknya yang tidak muncul pada generasi F1. Dengan demikian Mendel menjelaskan bahwa masing-masing sifat baka diatur oleh sepasang “faktor” yang akan memisah pada waktu pembentukan gamet, sehingga masing-masing gamet hanya mengandung 1 “faktor” untuk sifat bakaaan tertentu.
            Penelitian Mendel selanjutnya dengan mengamati dua sifat baka yang berbeda, mengungkapkan bahwa pada waktu pembentukan gamet, alel mengalami segregasi secara bebas, sehingga disebut “Hukum Pemisahan secara Bebas” .
            Setiap sifat pada mahluk hidup dikendalikan oleh faktor keturunannya, yang disebut gen. Gen terdapat dalam lokus tertentu di dalam kromosom, sedangkan kromosom terdapat di dalam nukleus. Kromosom yang berpasang-pasangan disebut kromosom homolog sedangkan gen disebut alel (Pratiwi, 1999).

            Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial. Sudah terlihat jelas oleh manusia-manusia sejak dahulu bahwa keturunan menyerupai induknya. Seperti contohnya pada buku kejadian 30-46 meceritakan bagaimana Jacob dan Laban membagi domba mereka menjadi domba yan putih dan domba yang berbintik-bintik untuk memastikan tidak ada yang tercuri. Walaupun sudah jelas bagi orang-orang zaman dahulu bahwa dalam hereditas sifat dan watak di wariskan, mekanisme dari hereditas itu sendiri masih belum jelas.

            Charles Darwin mengajukan teori evolusi pada tahun 1859 dan salah satu masalah utamanya adalah kurangnya mekanisme dasar untuk hereditas. Darwin percaya akan pewarisan dampiran dan pewarisan sifat dapatan. Pewarisan campuran akan menghasilkan keseragaman di antara populasi hanya dalam beberapa generasi sehingga akan menghilangkan variasi dari sebuah populasi yang kepadanya seleksi alam dapat berlaku. Hal ini membuat Darwin mengadopsi idea Lamarck pada makalahnya yang setelah The Origin. Pendekatan utama Darwin untuk hereditas adalah untuk mengaris bawahi bagaimana pewarisan itu dapat bekerja.
              Ketidakmampuan untuk memanipulasi pola perkawinan manusia menyebakan ahli genetika harus menganalisi hasil dari perkawinan yang telah terjadi.sebanyak mungkin informasi yang dikumpulkan mengnai sejarah suatu keluarga untuk suatu sifat tertentu, dan informasi ini disusun menjadi sebuah pohon keluarga yang menggambarkan hubungan timbal balik antara orang tua dan anak dari generasi ke generasi silsilah dari keluarga tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar