Senin, 27 Oktober 2014

Biostatistik Dasar, Pengantar MA, Deskripsi Mata Ajaran dan Penjelasan Silabus,,.

BIOSTATISTIKA DASAR
A.    PENGANTAR MA
v  Pengantar MA biostatistika dasar dan
v  Penjelasan silabus

DESKRIPSI MATA AJARAN DAN PENJELASAN SILABUS

Biostatistik adalah salah satu ilmu dasar dari kesehatan masyarakat. Seorang ahli kesehatan masyarakat, baik ilmuwan maupun praktisi dapat dipastikan ia akan menggunakan metode-metode biostatistik dalam menjalankan dan mengembangkan profesinya sehari-hari.

Mata ajaran ini memberikan pemahaman tentang konsep dasar Biostatistik dan aplikasi Biostatistik deskripsi dan inferens.Tujuan khusus dari mata ajaran ini adalah (1) mampu menjelaskan konsep Biostatistik; (2) mampu menjelaskan ruang lingkup Biostatistik; (3) mempu melakukan pengolahan, analisis, dan penyajian data; (4) mampu menjelaskan konsep probabilitas dan penerapannya di bidang kesehatan masyarakat

METODE BELAJAR
-        Kuliah tatap muka
-        Diskusi dan Praktikum dalam kelas
-        Tugas rumah
-        Kalkulator (minimum: bisa hitung Mean dan SD menggunakan memori)

MONITORING DAN EVALUASI
-        Kehadiran : Min 70%
-        Praktikum/Tugas : 20%
-        Ujian Tengah Semester (UTS) : 40%
-        Ujian Akhir Semester (UAS) : 40%
-        Kriteria lulus dengan nilai >= 60

Nilai kelulusan :
-        •90 – 100 : A 65 – 69 : C+
-        85 - 89 : A- 60 – 64 : C
-        80 – 84 : B+ 50 - 59 : C-
-        75 – 79 : B 45 - 49 : D
-        70 – 74 : B

KEPUSTAKAAN
-        Sabri, L dan Priyohastono, S. Statistik Kesehatan., 2006
-        Budiarto E, Dasar-dasar Metode Statistik Kedokteran.Penerbit Alumni.Bandung,
1984
-          Kuzma JW. Basic Statistics for the Health Sciences. Ayfield Publishing Company,
California, 1984
-          Pagano, Gauvrew. Principle of Biostatistics. Belmont: Duxburry Press, 1993
-          Fisher, LD and van Belle, G.Statistical Methods for research workers,11th
ed.Hafner, New York, 1993
-          Daniel, W.W.,Biostatistics:A Foundation for Analysis in Health Sciences, 6th
ed.John Wiley&Sons. Inc.,New York, 1995.
-          Sounders BD and Trapp RG. Basic and Clinical Biostatistics . Apleton & Lange,
California, 1990

POKOK BAHASAN PENGAJARAN

SESI
POKOK BAHASAN
SUB POKOK BAHASAN
METODE
1
Pengantar MA
-          Pengantar MA Biostatistika Dasar dan
-          Penjelasan Sillabus
Kuliah &
Diskusi
2
Lingkup
Biostatistika,
data dan
variabel
-          Pengertian biostatistika
-          Jenis data dan
-          skala pengukuran
Kuliah &
Diskusi
3
Penyajian
Data
-          Jenis penyajian data (teks, tabel, grafik)
-          Jenis tabel (dummy, silang, distribusi frekuensi)
-          Jenis grafik
Kuliah &
Diskusi
4
Peringkasan
Data
-          Ukuran tengah :Mean, Median, Modus
Hubungan mean, median, mode (skewness, kurtosis)
-          Ukuran Proporsi (khusus data kategorik)
-          Ukuran variasi: Range, mean deviasi, std deviasi (n-1),
koef. Variasi
-          Ukuran posisi; median, quartile, decile, & percentile
Kuliah &
Diskusi
5
Distribusi
Normal
Pengertian distribusi normal
Ciri-ciri distribusi normal
Pemakain distribusi normal
Kuliah &
Diskusi
6
Distribusi
Sampling
Pengertian populasi, sampel dan distribusi sampling
Pengertian Standar Error
Central Limit Theorem
Kuliah &
Diskusi
7
Review
Sesi 1-7
Kuliah
8
UTS (bahan : sesi 1 – 7)
9
Teori Dasar
Penarikan
Sampel
-       Alasan pengambilan sampel
-       Sampel probabilitas vs non probabilitas
-       Teknik pengambilan sampel
-       Jumlah sampel untuk estimasi proporsi
-       Jumlah sampel untuk uji hipotesis
Kuliah &
Diskusi
10
Uji hipotesis
Uji hipotesis
perbedaan 2
mean
Pengertian estimasi
-     Estimasi titik dan selang
-     Estimasi data numerik dan kategorik
Kuliah &
Diskusi
11
Uji hipotesis
Uji hipotesis
perbedaan 2
mean
Konsep uji hipotesis
-       Konsep uji hipotesis perbedaan 2 mean (uji-t)
Kuliah &
Diskusi
12
uji-
ANOVA
Aplikasi uji ANOVA satu arah
Kuliah &
Diskusi
13
Uji
hipotesis
perbedaan
proporsi
Konsep uji hipotesis perbedaan proporsi
-     Konsep uji chi-square
Kuliah &
Diskusi
14
Korelasi &
regresi linier
sederhana
Pemahaman koef. Korelasi, koef.regresi,
koef.determinasi
-       Aplikasi regresi linier sederhana
Kuliah &
Diskusi
15
Review
Sesi 9-15
Kuliah &
Diskusi
16
UAS (bahan :sesi 9 – 15)









B.     LINGKUP BIOSTATISTIKA, DATA, DAN VARIABEL
v  Pengertian biostatistika
v  Jenis data dan
v  Skala pengukuran

v  Definisi

Statistik dalam arti sempit mendeskripsikan atau menggambarkan mengenai data yang disajikan dalam bentuk (1) Tabel dan diagram, (2) Pengukuran tendensi sentral (rata-rata hitung, rata-rata ukur, dan rata-rata harmonik), (3) Pengukuran penempatan (median, kuartil, desil, dan presentil), (4) Pengukuran penyimpangan (range, rentangan antar kuartil, rentangan semi antar kuartil, simpangan rata-rata, simpangan baku, variansi, koefisien variansi dan angka baku), dan (5) Angka indeks. Statistik dalam arti luas adalah suatu alat untuk mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan, membuat tidakan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan atau statistika yang digunakan menganalisis data sampel dan hasilnya dimanfaatkan untuk generalisasi pada populasi

v  Jenis Data

a)      Data kualitatif adalah data verbal yang berbentuk kalimat, kata atau gambar, data yang tidak berbentuk angka, misalnya: senang, benci, baik, buruk, rusak, dsb

b)      Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka sebagai hasil pengukuran atau penjumlahan, atau data kualitatif yang diangkakan (skoring), misalnya: 10, 25, 39, … dsb.

c)      Data diskrit adalah data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (bukan mengukur). Misalnya jumlah meja ada 20, jumlah orang ada 12, 30 buah bangunan, dsb.

Data diskrit merupakan jumlah dari berbagai kategori  Antara satu bilangan dengan bilangan lainnya pada skala itu tidak dapat ditempatkan bilangan rasional atau bilangan desimal.

  Mis. Dalam pernyataan 5 anak laki-laki, kita tidak dapat mengatakan 4 ½ atau 4,5 anak, karena bilangan-bilangan yang dihasilkan merupakan jumlah kategori.

Data diskrit merupakan data yang besarannya tidak dapat menempati semua nilai yang ada di antara dua titik Umumnya diperoleh melalui pencacahan/survey/eksploratif atau hasil menghitung atau membilang, dan bukan hasil pengukuran tapi pengkategorian.

 Data diskrit digunakan untuk mengklasifikasikan (menggolongkan) objek-objek amatan atau kejadian-kejadian dalam kelompok, kategori atau klasifikasi tertentu dengan jalan menghitung untuk menunjukan kesamaan atau perbedaan ciri-ciri tertentu dari objek.
 Contoh :Jumlah siswa laki-laki dan perempuan; Jumlah responden yang menjawab ya atau tidak; Pengelompokan bunga berdasarkan warnanya; Pengelompokan benda berdasarkan bentukdan ukurannya.

d)     Data kontinum (kontinyu) adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran, yaitu data yang besarannya dapat menempati semua nilai yang ada di antara dua titik.

Data semacam itu mempunyai ciri adanya kesinambungan antara suatu bilangan dengan bilangan lain.

Bila bilangan itu ditempatkan pada skala bilangan maka kedudukan suatu bilangan pada skala itu bersambung satu sama lain.

Kesinambungan itu dapat diuji melalui bisa tidaknya menempatkan bilangan rasional atau desimal antara satuan-satuan bilangan tersebut.

Misalnya, data skor tes, bilangan yang digunakan bisa berupa bilangan bulat, rasional atau desimal; hasil pengukuran tinggi badan seseorang, luas daerah A sebesar 425,7 km, kecepatan mobil 60/km jam, dan sebagainya.

v  Skala Pengukuran

Untuk menentukan teknik statistik mana yang akan digunakan untuk menguji hipotesis maka harus diketahui terlebih dulu macam-macam data dan bentuk hipotesis. Macam data dalam penelitian seperti pada gambar berikut:

Skala pengukuran:

a)      Skala deskrit / Nominal
Skala deskrit atau nominal adalah data yang hanya dapat digolongkan secara terpisah atau secara kategorik.
Contoh
Jenis kelamin (laki-laki-perempuan)

b)      Skala Ordinal
Data ordinal adalah data yang berbentuk rangking atau peringkat. Dimana jarak antara satu rangking dengan rangking yang lainnya belum tentu sama.
Contoh Tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, PT)

c)      Skala Interval
Data interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak mempunyai nilai nol (0) absolut/mutlak.
Contoh Suhu

d)     Skala Rasio
Data rasio adalah data yang jaraknya sama dan mempunyai nilai nol mutlak.
Contoh Berat badan


















C.     PENYAJIAN DATA
v  Jenis penyajian data (Teks, Tabel, Dan Grafik)
v  Jenis Tabel (Dummy, Silang, Distribusi Frekuensi)
v  Jenis grafik
TEKS
Penyajian secara teks adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya, penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. Peyajian data dalam bentuk teks merupakan gambaran umum tentang kesimpulan tentang hasil pengamatan. Dalam bidang kesehatan, penyajian dalam bentuk teks hanya digunakan untuk member informasi.

Penyajian dalam bentuk teks banyak digunakan dalam bidang sosial, ekonomi, psikologi dan lain-lain, dan berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif, misalnya, untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang suatu produk yang telah dipasarkan atau penerimaan, pendapat serta kepercayaan masyarakat terhadap suatu program pemerintah atau program pelayanan kesehatan pada masyarakat atau keberadaan petugas kesehatan yang terdapat didaerah.

              TABEL
Ada berbagai bentuk tabel yang dikenal, yaitu : 
1)   Tabel satu arah (one way table)
Yaitu tabel yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu karakteristik saja. Misalnya data indeks prestasi dari 10 mahasiswa.

Tabel indeks prestasi dari 10 mahasiswa
Subyek
Indeks prestasi
A
2,5
B
2,8
C
2,9
D
3
E
3,1
F
3,5
G
3,2
H
3,4
I
3,2
J
3,3









2)   Tabel dua arah (two way table)
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan dua hal atau dua karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas.

Tabel indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas
subyek
Indeks prestasi
partisipasi didalam kelas
A
2,5
1
B
2,8
2
C
2
1
D
3
3
E
3,1
3
F
3,5
4
G
3,2
3
H
3,4
3
I
2,6
2
J
2,1
1


3)   Tabel tiga arah (three way table)
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status social.

Tabel data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status sosial

subyek
Indeks prestasi
partisipasi didalam kelas
Status sosial
A
2,5
1
1
B
2,8
2
3
C
2
1
2
D
3
3
3
E
3,1
3
1
F
3,5
4
2
G
3,2
3
3
H
3,4
3
1
I
2,6
2
2
J
2,1
1
3

v  Jenis Tabel (Dummy, Silang, Distribusi Frekuensi)
A. Variabel Kependudukan
Tabel 1  Jumlah Penduduk di Kabupaten Sleman Menurut Umur dan Jenis Kelamin
Tahun 2006
Kelompok Umur
Jenis Kelamin
Jumlah
Laki-Laki
Perempuan



(1)
(2)
(3)
(4)
0 – 4



5 – 9



10 – 14



15 – 19



20 – 24



25 – 29



30 – 34



35 – 39



40 – 44



45 – 49



50 – 54



55 – 59



60 – 64



65 – 69



70 -74



75+



Total




Contoh format tabel versi baku di Kabupaten Dalam Angka
Tabel 2Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2006
Kelompok Umur
Laki – Laki
Perempuan
Jumlah
(1)
(2)
(3)
(4)
0 – 4
3.575
3.390
6.965
5 – 9
3.667
3.568
7.235
10 – 14
3.576
3.395
6.971
15 – 19
3.428
3.583
7.011
20 – 24
3.184
3.279
6.463
25 – 29
3.037
3.318
6.355
30 – 34
2.923
3.031
5.954
35 – 39
2.732
2.743
5.475
40 – 44
2.311
2.125
4.436
45 – 49
1.630
1.468
3.098
50 – 54
1.338
1.081
2.419
55 – 59
843
684
1.527
60 – 64
715
654
1.369
65 – 69
350
407
757
70 +
573
704
1.277
J u m l a h
33.882
33.430
67.312

Tabel 3  Jumlah Penduduk di Kabupaten Sleman Menurut Status Perkawinan
Tahun 2006
Status Perkawinan
Jumlah
(1)
(2)
Kawin

Lajang/Tidak Kawin

Cerai Hidup

Cerai Mati

Jumlah


B. Variabel Ekonomi
                                     Mengacu Model BPS dari Sensus Penduduk
Tabel 4  Struktur Ekonomi di Kabupaten Sleman Menurut Sektor
Tahun 2006
Sektor
Distribusi (%)
(1)
(2)
Pertanian

Pertambangan & Penggalian

Industri

Listrik, Gas & Air Minum

Bangunan

Perdagangan, Hotel & Restoran

Angkutan dan Telekomunikasi

Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan

Jasa – jasa

Jumlah


Tabel 5  Penduduk di Kabupaten Sleman Menurut Jenis Pekerjaan
Tahun 2006
No
Jenis Pekerjaan
Jumlah
(1)
(2)
(3)
1
Profesional

2
Kepemimpinan

3
Tata Usaha

4
Usaha Penjualan

5
Usaha Jasa

6
Usaha Pertanian

7
Produksi dan Tenaga Kasar

Jumlah


C. Variabel sosial
Tabel 8. Jumlah Penduduk di Kabupaten Sleman Menurut Agama
Tahun 2006
No
Agama
Jumlah
(1)
(2)
(3)
1
Islam

2
Kristen Katolik

3
Kristen Protestan

4
Hindu

5
Budha

Jumlah


Tabel 9. Jumlah Penduduk di Kabupaten Sleman Menurut Pendidikan
Tahun 2006
No
Pendidikan
Jumlah
(1)
(2)
(3)
1
Tidak Tamat SD

2
SD

3
SLTP

4
SLTA

5
Diploma

6
Sarjana

Jumlah


Tabel 10. Jumlah Penduduk di Kabupaten Sleman Menurut Suku
Tahun 2006
No
Suku
Jumlah
(1)
(2)
(3)
1
Jawa

2
Bugis

3
Sunda

4
Batak

5
Madura

6
Dayak dsb

Jumlah


GRAFIK/ DIAGRAM

        Grafik data disebut juga diagram data, adalah penyajian data dalam bentuk gambar-gambar. Grafik data biasanya berasal dari tabel dan grafik biasanya dibuat bersama-sama, yaitu tabel dilengkapi dengan grafik. Grafik data sebenarnya merupakan penyajian data secara visual dari data bersangkutan. Dengan grafik dapat memberikan informasi dengan cepat yang dikandung dari sekelompok data dalam bentuk yang ringkas.

Diagram biasanya lebih menarik dibandingkan penyajian data dengan menggunakan tabel. Hal ini bisa dimungkinkan karena dengan diagram kita bisa ditambahkan manipulasi warna. Grafik data dibedakan atas beberapa jenis, yaitu :


Grafik garis (line chart)


Adalah grafik berupa garis, diperoleh dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik-titik pada bidang bilangan. Pada grafik garis digunakan dua garis yang saling berpotongan. Pada garis horizontal (sumbu-X) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya tetap, seperti tahun dan ukuran-ukuran.
Pada garis tegak (sumbu-Y) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya berubah-ubah.

Contohnya  tentang perkembangan volume jumlah kendaraan yang melintasi jalan A dalam kurun waktu pukul 0.00 s/d 19.12
 
Grafik Batangan (Bar chart)


Adalah grafik data berbentuk persegi panjang yang lebarnya sama dan dilengkapi dengan skala atau ukuran sesuai dengan data yang bersangkutan.  Setiap batang tidak boleh saling menempel atau melekat antara satu dengan lainnya dan jarak antara setiap batang yang berdekatan harus sama.

Ada berbagai bentuk, yaitu :

Grafik batangan  tunggal (single bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari satu batangan untuk menggambarkan perkembangan (trend) dari suatu karakteristik.

Grafik batangan berganda (multiple bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan beberapa hal/kejadian sekaligus.

Grafik Lingkaran (Pie chart)


            Yaitu grafik yang menggambarkan perbandingan nilai-nilai dari suatu karakteristik. Untuk mengetahui perbandingan suatu data terhadap keseluruhan, suatu data lebih tepat disajikan dalam bentuk diagram lingkaran.

           Grafik data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data tersebut. Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut dinyatakan dalam persen atau derajat.







TUGAS KELOMPOK
BIOSTATISTIK DASAR



OLEH :
KELOMPOK V
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

N A M A  :                                               N I M  :
HERNASARI                                               213 003 012
REZKI EKA PRATIWI                                213 330 033
DIAN PURNAMASARI THALIB               213 330 005
MARNI ASTARI                                          213 330 019
LUBIS ANDRIANSYAH                             213 330 026


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2013-2014

0 komentar:

Posting Komentar