BIOSTATISTIKA
DASAR
A.
PENGANTAR MA
v Pengantar MA biostatistika dasar dan
v Penjelasan silabus
DESKRIPSI MATA AJARAN DAN PENJELASAN
SILABUS
Biostatistik adalah salah satu ilmu dasar dari kesehatan
masyarakat. Seorang ahli kesehatan masyarakat, baik ilmuwan maupun praktisi
dapat dipastikan ia akan menggunakan metode-metode biostatistik dalam
menjalankan dan mengembangkan profesinya sehari-hari.
Mata ajaran ini memberikan pemahaman tentang konsep dasar
Biostatistik dan aplikasi Biostatistik deskripsi dan inferens.Tujuan khusus
dari mata ajaran ini adalah (1) mampu menjelaskan konsep Biostatistik; (2)
mampu menjelaskan ruang lingkup Biostatistik; (3) mempu melakukan pengolahan,
analisis, dan penyajian data; (4) mampu menjelaskan konsep probabilitas dan
penerapannya di bidang kesehatan masyarakat
METODE
BELAJAR
-
Kuliah tatap muka
-
Diskusi dan Praktikum dalam kelas
-
Tugas rumah
-
Kalkulator (minimum: bisa hitung Mean dan SD menggunakan memori)
MONITORING
DAN EVALUASI
-
Kehadiran : Min 70%
-
Praktikum/Tugas : 20%
-
Ujian Tengah Semester (UTS) : 40%
-
Ujian Akhir Semester (UAS) : 40%
-
Kriteria lulus dengan nilai >= 60
Nilai kelulusan :
-
•90 – 100 : A 65 – 69 : C+
-
85 - 89 : A- 60 – 64 : C
-
80 – 84 : B+ 50 - 59 : C-
-
75 – 79 : B 45 - 49 : D
-
70 – 74 : B
KEPUSTAKAAN
-
Sabri, L dan Priyohastono, S. Statistik Kesehatan., 2006
-
Budiarto E, Dasar-dasar Metode Statistik Kedokteran.Penerbit
Alumni.Bandung,
1984
-
Kuzma JW. Basic Statistics for the Health Sciences. Ayfield
Publishing Company,
California, 1984
-
Pagano, Gauvrew. Principle of Biostatistics. Belmont:
Duxburry Press, 1993
-
Fisher, LD and van Belle, G.Statistical Methods for research
workers,11th
ed.Hafner, New York, 1993
-
Daniel, W.W.,Biostatistics:A Foundation for Analysis in Health
Sciences, 6th
ed.John Wiley&Sons. Inc.,New York, 1995.
-
Sounders BD and Trapp RG. Basic and Clinical Biostatistics . Apleton
& Lange,
California, 1990
POKOK
BAHASAN PENGAJARAN
|
SESI
|
POKOK BAHASAN
|
SUB POKOK
BAHASAN
|
METODE
|
|
1
|
Pengantar MA
|
-
Pengantar MA Biostatistika Dasar dan
-
Penjelasan Sillabus
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
2
|
Lingkup
Biostatistika,
data dan
variabel
|
-
Pengertian biostatistika
-
Jenis data dan
-
skala pengukuran
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
3
|
Penyajian
Data
|
-
Jenis penyajian data (teks, tabel, grafik)
-
Jenis tabel (dummy, silang, distribusi frekuensi)
-
Jenis grafik
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
4
|
Peringkasan
Data
|
-
Ukuran tengah :Mean,
Median, Modus
Hubungan mean, median, mode (skewness,
kurtosis)
-
Ukuran Proporsi (khusus data
kategorik)
-
Ukuran variasi: Range, mean deviasi, std
deviasi (n-1),
koef.
Variasi
-
Ukuran posisi; median, quartile,
decile, & percentile
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
5
|
Distribusi
Normal
|
Pengertian
distribusi normal
Ciri-ciri
distribusi normal
Pemakain
distribusi normal
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
6
|
Distribusi
Sampling
|
Pengertian
populasi, sampel dan distribusi sampling
Pengertian
Standar Error
Central Limit
Theorem
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
7
|
Review
|
Sesi 1-7
|
Kuliah
|
|
8
|
UTS (bahan : sesi 1
– 7)
|
||
|
9
|
Teori Dasar
Penarikan
Sampel
|
-
Alasan pengambilan sampel
-
Sampel probabilitas vs non probabilitas
-
Teknik pengambilan sampel
-
Jumlah sampel untuk estimasi proporsi
-
Jumlah sampel untuk uji hipotesis
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
10
|
Uji hipotesis
Uji hipotesis
perbedaan 2
mean
|
Pengertian
estimasi
- Estimasi titik
dan selang
- Estimasi data
numerik dan kategorik
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
11
|
Uji hipotesis
Uji hipotesis
perbedaan 2
mean
|
Konsep uji
hipotesis
- Konsep uji
hipotesis perbedaan 2 mean (uji-t)
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
12
|
uji-
ANOVA
|
Aplikasi uji
ANOVA satu arah
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
13
|
Uji
hipotesis
perbedaan
proporsi
|
Konsep uji
hipotesis perbedaan proporsi
- Konsep uji
chi-square
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
14
|
Korelasi &
regresi linier
sederhana
|
Pemahaman
koef. Korelasi, koef.regresi,
koef.determinasi
- Aplikasi
regresi linier sederhana
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
15
|
Review
|
Sesi 9-15
|
Kuliah &
Diskusi
|
|
16
|
UAS (bahan :sesi 9
– 15)
|
||
B.
LINGKUP
BIOSTATISTIKA, DATA, DAN VARIABEL
v Pengertian biostatistika
v Jenis data dan
v Skala pengukuran
v
Definisi
Statistik
dalam arti sempit mendeskripsikan atau menggambarkan mengenai data yang
disajikan dalam bentuk (1) Tabel dan diagram, (2) Pengukuran tendensi sentral
(rata-rata hitung, rata-rata ukur, dan rata-rata harmonik), (3) Pengukuran
penempatan (median, kuartil, desil, dan presentil), (4) Pengukuran penyimpangan
(range, rentangan antar kuartil, rentangan semi antar kuartil, simpangan
rata-rata, simpangan baku, variansi, koefisien variansi dan angka baku), dan
(5) Angka indeks. Statistik dalam arti luas adalah suatu alat untuk
mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan, membuat tidakan
berdasarkan analisis data yang dikumpulkan atau statistika yang digunakan
menganalisis data sampel dan hasilnya dimanfaatkan untuk generalisasi pada
populasi
v Jenis Data
a)
Data kualitatif adalah data
verbal yang berbentuk kalimat, kata atau gambar, data yang tidak berbentuk
angka, misalnya: senang, benci, baik, buruk, rusak, dsb
b)
Data
kuantitatif adalah data yang berbentuk angka sebagai hasil pengukuran atau
penjumlahan, atau data kualitatif yang diangkakan (skoring), misalnya: 10, 25,
39, … dsb.
c)
Data diskrit adalah data yang
diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (bukan mengukur). Misalnya
jumlah meja ada 20, jumlah orang ada 12, 30 buah bangunan, dsb.
Data diskrit merupakan jumlah dari
berbagai kategori Antara satu bilangan dengan bilangan lainnya pada skala itu
tidak dapat ditempatkan bilangan rasional atau bilangan desimal.
Mis. Dalam pernyataan 5 anak laki-laki, kita
tidak dapat mengatakan 4 ½ atau 4,5 anak, karena bilangan-bilangan yang dihasilkan
merupakan jumlah kategori.
Data diskrit merupakan data yang
besarannya tidak dapat menempati semua nilai yang ada di antara dua titik Umumnya
diperoleh melalui pencacahan/survey/eksploratif atau hasil menghitung
atau membilang, dan bukan hasil pengukuran tapi pengkategorian.
Data diskrit digunakan untuk
mengklasifikasikan (menggolongkan) objek-objek amatan atau kejadian-kejadian
dalam kelompok, kategori atau klasifikasi tertentu dengan jalan menghitung
untuk menunjukan kesamaan atau perbedaan ciri-ciri tertentu dari objek.
Contoh :Jumlah siswa laki-laki dan
perempuan; Jumlah responden yang menjawab ya atau tidak; Pengelompokan bunga berdasarkan
warnanya; Pengelompokan benda berdasarkan bentukdan ukurannya.
d)
Data kontinum (kontinyu) adalah data yang
diperoleh dari hasil pengukuran, yaitu data yang besarannya dapat menempati
semua nilai yang ada di antara dua titik.
Data
semacam itu mempunyai ciri adanya kesinambungan antara suatu bilangan dengan
bilangan lain.
Bila
bilangan itu ditempatkan pada skala bilangan maka kedudukan suatu bilangan pada
skala itu bersambung satu sama lain.
Kesinambungan
itu dapat diuji melalui bisa tidaknya menempatkan bilangan rasional atau desimal
antara satuan-satuan bilangan tersebut.
Misalnya,
data skor tes, bilangan yang digunakan bisa berupa bilangan
bulat, rasional atau desimal; hasil pengukuran tinggi badan
seseorang, luas daerah A sebesar 425,7 km, kecepatan
mobil 60/km jam, dan sebagainya.
v Skala Pengukuran
Untuk menentukan
teknik statistik mana yang akan digunakan untuk menguji hipotesis maka harus
diketahui terlebih dulu macam-macam data dan bentuk hipotesis. Macam data dalam
penelitian seperti pada gambar berikut:
Skala pengukuran:
a)
Skala
deskrit / Nominal
Skala deskrit atau nominal adalah data
yang hanya dapat digolongkan secara terpisah atau secara kategorik.
Contoh
Jenis kelamin
(laki-laki-perempuan)
b)
Skala
Ordinal
Data ordinal adalah data yang berbentuk
rangking atau peringkat. Dimana jarak antara satu rangking dengan rangking yang
lainnya belum tentu sama.
Contoh Tingkat
pendidikan (SD, SMP, SMA, PT)
c)
Skala
Interval
Data interval adalah data yang jaraknya
sama tetapi tidak mempunyai nilai nol (0) absolut/mutlak.
Contoh Suhu
d)
Skala
Rasio
Data rasio adalah data yang jaraknya
sama dan mempunyai nilai nol mutlak.
Contoh Berat badan
C.
PENYAJIAN DATA
v Jenis penyajian data (Teks, Tabel, Dan Grafik)
v Jenis Tabel (Dummy, Silang, Distribusi Frekuensi)
v Jenis grafik
TEKS
Penyajian secara teks adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya, penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. Peyajian data dalam bentuk teks merupakan gambaran umum tentang kesimpulan tentang hasil pengamatan. Dalam bidang kesehatan, penyajian dalam bentuk teks hanya digunakan untuk member informasi.
Penyajian dalam bentuk teks banyak digunakan dalam bidang sosial, ekonomi, psikologi dan lain-lain, dan berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif, misalnya, untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang suatu produk yang telah dipasarkan atau penerimaan, pendapat serta kepercayaan masyarakat terhadap suatu program pemerintah atau program pelayanan kesehatan pada masyarakat atau keberadaan petugas kesehatan yang terdapat didaerah.
TABEL
Ada berbagai bentuk tabel yang dikenal, yaitu :
Penyajian secara teks adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya, penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. Peyajian data dalam bentuk teks merupakan gambaran umum tentang kesimpulan tentang hasil pengamatan. Dalam bidang kesehatan, penyajian dalam bentuk teks hanya digunakan untuk member informasi.
Penyajian dalam bentuk teks banyak digunakan dalam bidang sosial, ekonomi, psikologi dan lain-lain, dan berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif, misalnya, untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang suatu produk yang telah dipasarkan atau penerimaan, pendapat serta kepercayaan masyarakat terhadap suatu program pemerintah atau program pelayanan kesehatan pada masyarakat atau keberadaan petugas kesehatan yang terdapat didaerah.
TABEL
Ada berbagai bentuk tabel yang dikenal, yaitu :
1)
Tabel satu arah (one way table)
Yaitu tabel yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu karakteristik saja. Misalnya data indeks prestasi dari 10 mahasiswa.
Yaitu tabel yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu karakteristik saja. Misalnya data indeks prestasi dari 10 mahasiswa.
Tabel indeks prestasi dari 10 mahasiswa
|
Subyek
|
Indeks prestasi
|
|
A
|
2,5
|
|
B
|
2,8
|
|
C
|
2,9
|
|
D
|
3
|
|
E
|
3,1
|
|
F
|
3,5
|
|
G
|
3,2
|
|
H
|
3,4
|
|
I
|
3,2
|
|
J
|
3,3
|
2)
Tabel dua arah (two way table)
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan dua hal atau dua karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas.
Tabel indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan dua hal atau dua karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas.
Tabel indeks prestasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh partisipasi didalam kelas
|
subyek
|
Indeks prestasi
|
partisipasi didalam kelas
|
|
A
|
2,5
|
1
|
|
B
|
2,8
|
2
|
|
C
|
2
|
1
|
|
D
|
3
|
3
|
|
E
|
3,1
|
3
|
|
F
|
3,5
|
4
|
|
G
|
3,2
|
3
|
|
H
|
3,4
|
3
|
|
I
|
2,6
|
2
|
|
J
|
2,1
|
1
|
3) Tabel tiga arah
(three way table)
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status social.
Tabel data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status sosial
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda. Misalnya data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status social.
Tabel data indeks prestasi dan partisipasi didalam kelas yang dipengaruhi oleh status sosial
|
subyek
|
Indeks prestasi
|
partisipasi didalam kelas
|
Status sosial
|
|
A
|
2,5
|
1
|
1
|
|
B
|
2,8
|
2
|
3
|
|
C
|
2
|
1
|
2
|
|
D
|
3
|
3
|
3
|
|
E
|
3,1
|
3
|
1
|
|
F
|
3,5
|
4
|
2
|
|
G
|
3,2
|
3
|
3
|
|
H
|
3,4
|
3
|
1
|
|
I
|
2,6
|
2
|
2
|
|
J
|
2,1
|
1
|
3
|
v
Jenis Tabel
(Dummy, Silang, Distribusi Frekuensi)
A. Variabel Kependudukan
Tabel 1 Jumlah Penduduk di Kabupaten Sleman Menurut
Umur dan Jenis Kelamin
Tahun 2006
|
Kelompok Umur
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah
|
|
|
Laki-Laki
|
Perempuan
|
||
|
|
|
|
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
|
0 – 4
|
|
|
|
|
5 – 9
|
|
|
|
|
10 – 14
|
|
|
|
|
15 – 19
|
|
|
|
|
20 – 24
|
|
|
|
|
25 – 29
|
|
|
|
|
30 – 34
|
|
|
|
|
35 – 39
|
|
|
|
|
40 – 44
|
|
|
|
|
45 – 49
|
|
|
|
|
50 – 54
|
|
|
|
|
55 – 59
|
|
|
|
|
60 – 64
|
|
|
|
|
65 – 69
|
|
|
|
|
70 -74
|
|
|
|
|
75+
|
|
|
|
|
Total
|
|
|
|
Contoh format tabel versi baku di Kabupaten Dalam Angka
Tabel 2Penduduk Menurut Umur dan Jenis
Kelamin Tahun 2006
|
Kelompok Umur
|
Laki – Laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
|
0 – 4
|
3.575
|
3.390
|
6.965
|
|
5 – 9
|
3.667
|
3.568
|
7.235
|
|
10 – 14
|
3.576
|
3.395
|
6.971
|
|
15 – 19
|
3.428
|
3.583
|
7.011
|
|
20 – 24
|
3.184
|
3.279
|
6.463
|
|
25 – 29
|
3.037
|
3.318
|
6.355
|
|
30 – 34
|
2.923
|
3.031
|
5.954
|
|
35 – 39
|
2.732
|
2.743
|
5.475
|
|
40 – 44
|
2.311
|
2.125
|
4.436
|
|
45 – 49
|
1.630
|
1.468
|
3.098
|
|
50 – 54
|
1.338
|
1.081
|
2.419
|
|
55 – 59
|
843
|
684
|
1.527
|
|
60 – 64
|
715
|
654
|
1.369
|
|
65 – 69
|
350
|
407
|
757
|
|
70 +
|
573
|
704
|
1.277
|
|
J u m l a h
|
33.882
|
33.430
|
67.312
|
Tabel
3 Jumlah Penduduk di Kabupaten Sleman
Menurut Status Perkawinan
Tahun 2006
|
Status Perkawinan
|
Jumlah
|
|
(1)
|
(2)
|
|
Kawin
|
|
|
Lajang/Tidak Kawin
|
|
|
Cerai Hidup
|
|
|
Cerai Mati
|
|
|
Jumlah
|
|
B.
Variabel Ekonomi
Mengacu Model BPS dari Sensus Penduduk
Tabel 4 Struktur Ekonomi di Kabupaten Sleman Menurut
Sektor
Tahun 2006
|
Sektor
|
Distribusi (%)
|
|
(1)
|
(2)
|
|
Pertanian
|
|
|
Pertambangan & Penggalian
|
|
|
Industri
|
|
|
Listrik, Gas & Air Minum
|
|
|
Bangunan
|
|
|
Perdagangan, Hotel & Restoran
|
|
|
Angkutan dan Telekomunikasi
|
|
|
Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan
|
|
|
Jasa – jasa
|
|
|
Jumlah
|
|
Tabel
5 Penduduk di Kabupaten Sleman Menurut
Jenis Pekerjaan
Tahun 2006
|
No
|
Jenis Pekerjaan
|
Jumlah
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
|
1
|
Profesional
|
|
|
2
|
Kepemimpinan
|
|
|
3
|
Tata Usaha
|
|
|
4
|
Usaha Penjualan
|
|
|
5
|
Usaha Jasa
|
|
|
6
|
Usaha Pertanian
|
|
|
7
|
Produksi dan Tenaga Kasar
|
|
|
Jumlah
|
|
|
C. Variabel sosial
Tabel 8. Jumlah Penduduk di Kabupaten
Sleman Menurut Agama
Tahun 2006
|
No
|
Agama
|
Jumlah
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
|
1
|
Islam
|
|
|
2
|
Kristen Katolik
|
|
|
3
|
Kristen Protestan
|
|
|
4
|
Hindu
|
|
|
5
|
Budha
|
|
|
Jumlah
|
|
|
Tabel 9. Jumlah Penduduk di Kabupaten
Sleman Menurut Pendidikan
Tahun 2006
|
No
|
Pendidikan
|
Jumlah
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
|
1
|
Tidak Tamat SD
|
|
|
2
|
SD
|
|
|
3
|
SLTP
|
|
|
4
|
SLTA
|
|
|
5
|
Diploma
|
|
|
6
|
Sarjana
|
|
|
Jumlah
|
|
|
Tabel 10. Jumlah Penduduk di Kabupaten
Sleman Menurut Suku
Tahun 2006
|
No
|
Suku
|
Jumlah
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
|
1
|
Jawa
|
|
|
2
|
Bugis
|
|
|
3
|
Sunda
|
|
|
4
|
Batak
|
|
|
5
|
Madura
|
|
|
6
|
Dayak dsb
|
|
|
Jumlah
|
|
|
GRAFIK/ DIAGRAM
Grafik data disebut juga diagram data, adalah penyajian data dalam bentuk gambar-gambar. Grafik data biasanya berasal dari tabel dan grafik biasanya dibuat bersama-sama, yaitu tabel dilengkapi dengan grafik. Grafik data sebenarnya merupakan penyajian data secara visual dari data bersangkutan. Dengan grafik dapat memberikan informasi dengan cepat yang dikandung dari sekelompok data dalam bentuk yang ringkas.
Diagram biasanya lebih menarik dibandingkan penyajian data dengan menggunakan tabel. Hal ini bisa dimungkinkan karena dengan diagram kita bisa ditambahkan manipulasi warna. Grafik data dibedakan atas beberapa jenis, yaitu :
Grafik garis (line chart)
Adalah grafik berupa garis,
diperoleh dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik-titik pada bidang
bilangan. Pada grafik garis digunakan dua garis yang saling berpotongan. Pada
garis horizontal (sumbu-X) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya tetap,
seperti tahun dan ukuran-ukuran.
Pada garis tegak (sumbu-Y) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya berubah-ubah.
Contohnya tentang perkembangan volume jumlah kendaraan yang melintasi jalan A dalam kurun waktu pukul 0.00 s/d 19.12
Grafik Batangan (Bar chart)
Pada garis tegak (sumbu-Y) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya berubah-ubah.
Contohnya tentang perkembangan volume jumlah kendaraan yang melintasi jalan A dalam kurun waktu pukul 0.00 s/d 19.12
Grafik Batangan (Bar chart)
Adalah grafik data berbentuk persegi
panjang yang lebarnya sama dan dilengkapi dengan skala atau ukuran sesuai
dengan data yang bersangkutan. Setiap batang tidak boleh saling menempel
atau melekat antara satu dengan lainnya dan jarak antara setiap batang yang
berdekatan harus sama.
Ada berbagai bentuk, yaitu :
Grafik batangan tunggal (single bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari satu batangan untuk menggambarkan perkembangan (trend) dari suatu karakteristik.
Grafik batangan berganda (multiple bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan beberapa hal/kejadian sekaligus.
Ada berbagai bentuk, yaitu :
Grafik batangan tunggal (single bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari satu batangan untuk menggambarkan perkembangan (trend) dari suatu karakteristik.
Grafik batangan berganda (multiple bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan beberapa hal/kejadian sekaligus.
Grafik Lingkaran (Pie chart)
Yaitu
grafik yang menggambarkan perbandingan nilai-nilai dari suatu karakteristik.
Untuk mengetahui perbandingan suatu data terhadap keseluruhan, suatu data lebih
tepat disajikan dalam bentuk diagram lingkaran.
Grafik data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data tersebut. Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut dinyatakan dalam persen atau derajat.
Grafik data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data tersebut. Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut dinyatakan dalam persen atau derajat.
TUGAS
KELOMPOK
BIOSTATISTIK
DASAR
OLEH :
KELOMPOK V
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
N A M A : N
I M :
HERNASARI 213
003 012
REZKI
EKA PRATIWI 213
330 033
DIAN
PURNAMASARI THALIB 213 330 005
MARNI
ASTARI 213
330 019
LUBIS
ANDRIANSYAH 213
330 026
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PAREPARE
2013-2014




0 komentar:
Posting Komentar